adadosenpajak.com – Akuntansi sosial lingkungan merupakan inovasi dalam akuntansi di era global yang membutuhkan informasi organisasi tidak hanya mencakup informasi keuangan, tetapi juga data non-keuangan seperti kinerja sosial dan lingkungan organisasi. Para investor juga membutuhkan informasi non-keuangan organisasi untuk menilai risiko dan peluang organisasi di masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Kehadiran data non keuangan mendukung proses pengambilan keputusan. keputusan investasi yang terarah dengan baik. Selain itu, keberadaan akuntansi sosial lingkungan juga berperan sebagai pendorong dalam mengubah pola pikir para pelaku usaha yang masih terikat pada pemikiran ekonomi klasik yang berpusat pada pendekatan kapitalis, di mana perhatian mereka hanya terfokus pada peningkatan ekonomi semata atau hanya mengadopsi garis bawah tunggal/ekonomi yang menekankan pembangunan ekonomi yang menguntungkan. (Aziza & Sukoharsono, 2022). Pelaksanaan akuntansi berkelanjutan memberikan banyak manfaat bagi organisasi. Secara bersamaan, manajemen perusahaan telah secara jelas menerapkan konsep keberlanjutan dalam operasi perusahaan dan telah menentukan untuk menunjukkan dampak sosial serta ekonomi dari aktivitas perusahaan, yang menjelaskan bidang cakupan akuntansi berkelanjutan ada di bawah ini. Laporan keberlanjutan atau sustainability report menurut Global Initiative Reporting (2018) adalah “laporan terkait dampak ekonomi, ekologis, dan sosial yang dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari yang dipublikasikan oleh perusahaan atau ‘organisasi’.” Laporan keberlanjutan dikenal dengan berbagai istilah seperti tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), laporan non-keuangan, laporan triple bottom line, dan lain-lain (Damayanti & Hardiningsih, 2021). Perusahaan menyampaikan tindakan sosial dan lingkungan mereka melalui aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Laporan (Laporan ESG) yang disusun oleh akuntan. Dokumen ini berisi informasi mengenai kegiatan sosial, lingkungan, dan manajemen perusahaan. Dalam pembuatan laporan ESG, perlindungan Bumi lebih diutamakan dibandingkan dengan aspek finansial. Dalam laporan ESG, perusahaan memberikan informasi mengenai kadar emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas bisnisnya. Pernyataan emisi karbon pasti membawa risiko bagi perusahaan. Akan tetapi, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dari sana, akuntansi berkelanjutan berperan sebagai pengawas proses bisnis agar tetap melangkah dengan efisien sambil turut menjaga keberlangsungan Bumi.

Apa Itu Akutansi Sosial Lingkungan?
•
Leave a Reply