Alasan Pentingnya Ekuitas dalam Perusahaan
Tahukah bahwa nilai modal dalam perusahaan merupakan cerminan nilai buku perusahaan itu sendiri. Nilai ini menjadi salah satu faktor penentu harga saham perusahaan tersebut. Meski demikian, tidak sedikit dapat ditemukan harga saham yang lebih tinggi dari nilai modal per saham suatu perusahaan. Harga saham yang lebih tinggi tersebut dapat diindikasikan
bilamana investor mempercayai bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan. Itu sebabnya, para pengusaha sebaiknya memahami betul dasar-dasar modal
perusahaan. Hal ini agar dapat mengetahui seberapa besar nilai saham dan aset tanpa utang dan kewajiban. Sehingga dapat mengetahui secara pasti sehat atau tidaknya perusahaan yang
sedang dikelola.
Tujuan Ekuitas
Berdasarkan standar akuntansi keuangan, tujuan ekuitas merupakan bagian dari hak pemilik dalam suatu perusahaan yang harus dilaporkan sehingga dapat memberikan informasi tentang sumbernya secara rinci dan dihadirkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan akta pendirian yang berlaku.
5 (lima) Unsur Modal
Untuk menjaga kualitas dan kesehatan usaha dengan menjaga nilai modal, perlu memahami unsur-unsur modal, di antaranya:
1. Modal yang Disetor. Ini merupakan besaran aset yang disetorkan dalam jumlah tertentu oleh pemilik usaha atau investor dengan tujuan untuk menggerakan dan mengembangkan bisnisnya. Modal yang disetor ini terbagi menjadi 2, yakni:
- Modal saham merupakan nominal yang atau lembar sahan yang beredar
- Agio dan Disagio saham merupakan selisih jumlah setoran pemegang saham dengan jumlah nilai sahamnya. Agio adalah selisih di atas nominal dan disagio sebaliknya.
2. Keuntungan yang Tidak Dibagi. Ini merupakan keuntungan yang didapatkan pada tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi atau tidak diambil. Jika laba bersaldo debit, maka tidak lagi dianggap sebagai keuntungan, melainkan defisit. Laba yang tidak diambil ini bukan sebagai dividen, jadi perusahaan perlu mencari cadangan untuk mengantisipasi
pengambilan secara dividen.
3. Modal Penilaian Kembali. Modal penilaian kembali adalah selisih antara modal pada periode sebelumnya dengan modal atau ekuitas yang akan dikeluarkan pada periode saat ini. Perusahaan bisa memasukkan sisa modal yang masih ada pada periode sebelumnya ke pembukuan pada periode selanjutnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk memaksimalkan sisa modal yang masih ada.
4. Modal Sumbangan. Modal ini ada ketika perusahaan mendapatkan aktiva baru yang asalnya dari sumbangan pihak lain. Perusahaan tidak mengeluarkan modal untuk pembelian atau mendapatkan aset baru.
5. Modal Lainnya. Modal yang didapatkan dari sumber lainnya bisa berasal dari cadangan yang ada, modal ekspansi, cadangan penurunan harga, persiapan pelunasan obligasi, dan lain sebagainya.Jumlah keuntungan yang tidak bisa dibagi yang telah masuk ke dalam cadangan dana, maka tidak dapat diambil atau diminta kembali sebagai dividen.

Leave a Reply