Contoh Perhitungan dan Penjurnalan PPh Pasal 24

PT Cahaya Dempo di Magelang memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2022 sebagai berikut:

Penghasilan dalam negeri Rp 400.000.000

Penghasilan dari Bangkok (tarif pajak 20%) Rp 200.000.000

Peredaran bruto dari kegiatan usaha lebih dari Rp50.000.000.000Hitunglah PPh Pasal 24 atau kredit pajak luar negeri dari PT Cahaya Dempo tahun 2022?

Jawab:1

  1. Penghitungan PPh Pasal 24 adalah sebagai berikut:

    Menghitung total penghasilan kena pajak:
    Penghasilan dalam negeri Rp 400.000.000
    Penghasilan dari Bangkok Rp 200.000.000
    Jumlah Penghasilan Neto (PKP) Rp 600.000.000

    Menghitung total PPh terutang:
    Pajak terhutang 22% x Rp 600.000.000 Rp132.000.000

    Menghitung PPh maksimum yang dapat dikreditkan:
    (Penghasilan Luar Negeri : total penghasilan) x total PPh terutang

    (Rp200.000.000 : Rp600.000.000) x Rp132.000.000 Rp 44.000.000

    Menghitung PPh yang terutang atau dipotong di Luar Negeri:
    20% x Rp200.000.000 Rp 40.000.000

    Dari perhitungan di atas, kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan adalah sebesar
    Rp40.000.000 atau sebesar PPh yang terutang atau dibayar di Luar Negeri. Jumlah ini
    diperoleh dengan membandingkan penghitungan PPh maksimum yang boleh
    dikreditkan dengan PPh yang terutang atau dibayar di Luar Negeri, kemudian pilih
    jumlah yang terendah.
    Asumsi tahun kalender pajak di Indonesia sama dengan tahun kalender pajak di luar
    negeri yaitu 31 Desember 2022, maka dari itu, untuk transaksi tersebut di catat dengan
    jurnal sebagai berikut:

    31 Desember 2022
    Bank 160.000.000
    PPh Ps 24 dibayar dimuka 40.000.000
    Penghasilan dari luar negeri 200.000.000
    ↩︎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *