Contoh Perhitungan Akuntansi Perpajakan

AdaDosenPajak.com – Setelah mengetahui konsep dasar akuntansi perpajakan, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk lebih menguasai konsep akuntansi perpajakan adalah dengan mempelajari cara perhitungannya serta penjurnalannya. Banyak variabel yang harus dilengkapi sebelum menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan. Misalnya, untuk menghitung pajak terutang, maka harus diketahui dahulu berapa jumlah setoran pajak penghasilan (PPh) karyawan, berapa penghasilan kena pajak (PKP), dan berapa jumlah wajib pajaknya. Untuk menghitung pajak terutang, bisa menggunakan rumus berikut ini:% tarif x PKP = PPh badan. Agar lebih memudahkan memahami penerapan rumus tersebut, berikut ini contoh soal yang bisa dipelajari:PT Karimun memiliki penghasilan kotor sekitar 70 miliar, dengan PPh sekitar 2 miliar, PPh Pasal 23 sebesar 1 miliar, dan pengeluaran sebanyak 42 miliar. Untuk mengetahui berapa PKP perusahaan, kurangi penghasilan kotor dengan pengeluaran.Berdasarkan rumus tersebut berarti PKP PT Karimun 70 miliar – 42 miliar = 28 miliar.Jadi pajak terutang PT Karimun adalah:Pajak terutang 22% x 28 miliar = Rp6.160.000.000Pajak dibayarkan 6.160.000.000 – 2 miliar – 1 miliar = Rp3.160.000.000Contoh perhitungan di atas hanyalah gambaran umum sistem akuntansi untuk menghitung utang pajak secara sederhana.Tujuan Akuntansi PajakTujuan utama dari Akuntansi Pajak adalah agar usaha, bisnis, entitas ataupun perusahaan baik berbentuk Badan maupun Orang Pribadi dapat menghitung dan menentukan besarnya pajak penghasilan yang terutang dalam suatu tahun pajak yang akan dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *